PENGERTIAN
DAN JENIS-JENIS TAGIHAN
Menurut terjadinya piutang /tagihan dibedakan
menjadi 3 jenis:
1. Piutang
Dagang/Usaha
2. Piutang
Non Dagang
3. Piutang
Wesel
A.
Piutang
Usaha
Piutang yang timbul akibat adanya
penjualan barang atau jasa secara kredit.
1. Mencatat
Penghapusan Piutang dan Penerimaan Kembali Piutang yang dihapuskan.
Ada
dua metode untuk mencatat kerugian ptang tak tertagih.
1.1 Metode
Langsung
Metode
pencatatan kerugian piutang langsung mengurangi jumlah piutang yang bersangkutan.
1.2 Metede
Tidak Langsung
Metode
pencatatan kerugian piutang tak tertagih tidak langsung mengurangi pitang yang
bersangkutan, tetapi dicatat dalam suatu rekening yaitu Cadangan Kerugian Piutang / Penyisihan piutang tak tertagih / Cadangan
piutang tak tertagih.
2.
Metode Penentuan Besarnya Cadangan
Pencatatan
kerugian piutang tak tertagih jika menggunakan metode tidak langsung (Indirect
Method), dalam menentukan atau menaksir besarnya piutang yang diperkirakan
tidak dapat ditagih dapat menggunakan dua pendekatan:
1. Pendekatan
Laba/Rugi (atas dasar pendekatan)
2. Pendekatan
Neraca (atas dasar penjualan)
2.1 Pendekatan
Laba/Rugi (atas dasar penjualan)
Kerugian
piutang berdasarkan atas presentase tertentu dari penjualan. Dapat dihitung
berdasarkan penjualan kreit ataupun penjualan bersih.
Contoh
soal:
Berdasarkan Saldo Penjualan
Pada tgl 31 Des ’14 di
Toko”Rindu” saldo akun
penjualan sebesar Rp 50.000.000,-
ditaksir piutang yang tidak tertagih 3% maka tafsiran
penghapusan piutang :
2% x Rp 50.000.000,- = Rp 1.000.000,-
Penghapusan Piutang Rp 1.000.000,-
-Penyisihan Penghapusan Piutang - Rp1.000.000,-
2.2 Pendekatan
Neraca (atas dasr saldo piutang)
Ada
tiga cara untuk menghitubg besarnya kerigian piutang berdasarkan saldo piutang:
a. Dinailkan
sampai/dijadikan (ditentukan/ditetapkan) dari saldo piutang
b. Ditambah
dengan persentase tertentu dari saldo piutang
c. Dinailkan
sampai/dijadikan suatu jumlah tertentu yang dihitung berdasarkan analisis umur
piutang.
Catatan:
a. Dalam
hal cadangan kerugian piutang dinaikan menjadi jumlah tertentu,maka dalam
membuat penyesuaian harus memperhatikan rekening cadangan kerugiam piutang yang
sudah ada.
-
Jika saldo cadangan kerugian piutang bersaldo debit akan menambah
perhitungan saat membuat penyesuaian, sebaliknya
-
Jika saldo cadangan kerugian piutang
bersaldo ktedit akan mengurangi perhitungan saat membuat penyesuaian.
b. Dalam
hal cadangan kerugian piutangditambah dengan presentase tertentu dari saldo
piutang, maka dalam membuat penyesuaian tidak perlu memperhatikan saldo
cadangan kerugian piutang.
Contoh soal:
1) Berdasarkan Saldo Piutang
pada tgl 31 Des ’14 Rekening buku besar yang ada di PT. Peto Alam terdapat data sebagai berikut:
-
Piutang
Rp 305.000.000,-
-
Cadangan Kerugian Piutang (K) Rp 6.000.000,-
Ditaksir Piutang yang tidak tertagih 2,5%
Maka tafsiran penghapusan piutang :
2,5% x Rp 305.000.000,-
= Rp 7.625.000,-
Saldo penyisihan piutang (K) = (Rp 6.000.000,-)
Rp 1.625.000,-
Jurnal penyesuaian:
-Cad.
Kerugian Piutang -
Rp1.625.000,-
ΓΌ Jika
saldo Cadangan Kerugian Piutang menunjukkan saldo debit.
2,5% x Rp 305.000.000,-
= Rp 7.625.000,-
Saldo penyisihan piutang = Rp 6.000.000,-
Rp 13.625.000,-
Jurnal penyesuaian:
-Cad.
Kerugian Piutang -
Rp13.625.000,-
ΓΌ Ditambah 2,5% dari saldo piutang
2,5% x Rp 305.000.000,-
= Rp 7.625.000,-
Jurnal penyesuaian:
-Cad.
Kerugian Piutang -
Rp7.625.000,-
2) Berdasarkan analisis umur
piutang
UD. GUMBALANG dalam
laporan keuangan akhir tahunnya 31 Desember 2014 melaporkan bahwa informasi
keuangan mengenai piutangnya adalah sebagai berikut:
- Piutang Dagang Rp
54.850.000,00
- Cadangan Kerugian Piutang (K) Rp 2.500.000,00
Berikut di bawah ini merupakan data-data mengenai debitur pada tahun 2014:
|
No
|
Nama Debitur
|
Umur
|
Jumlah
|
|
1.
|
Toko Limbubu
|
9 Bulan
|
Rp 9.000.000,-
|
|
2.
|
UD. Ratna
|
135 hari
|
Rp 7.500.000.-
|
|
3.
|
UD. Gumara
|
150 hari
|
Rp 3.750.000,-
|
|
4.
|
Toko Alam
|
100 hari
|
Rp 10.000.000,-
|
|
5.
|
Toko Rajo langit
|
85 hari
|
Rp 6.000.000,-
|
|
6.
|
Toko Pitaloka
|
65 hari
|
Rp 2.000.000,-
|
|
7.
|
UD. Kelabu
|
34 hari
|
Rp 1.600.000,-
|
|
8.
|
UD. Lebai Karat
|
6 hari
|
Rp 15.000.000,-
|
Manajemen UD. GUMBALANG menetapkan
kebijakan mengenai piutang tak tertagih
Menurut golongan umur piutang adalah sebagai berikut:
|
UMUR PIUTANG
|
% KERUGIAN
|
|
1-30 hari
|
1%
|
|
31-60 hari
|
5%
|
|
61-90 hari
|
10%
|
|
91-120 hari
|
15%
|
|
121-180 hari
|
20%
|
|
>180 hari
|
50%
|
Diminta : 1) Buatlah analisis umur piutang!
2) Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang
diperlukan untuk pembentukan
Cadangan kerugian piutang!
Jawab:
1.)
Analisis umur
piutang
|
UMUR PIUTANG
|
% KERUGIAN
|
Jumlah
piutang
|
Kerugian
Piutang
|
|
1-30 hari
|
1%
|
Rp
15.000.000,-
|
Rp 150.000,-
|
|
31-60 hari
|
5%
|
Rp 1.600.000,-
|
Rp 80.000,-
|
|
61-90 hari
|
10%
|
Rp 8.000.000,-
|
Rp 800.000,-
|
|
91-120 hari
|
15%
|
Rp
10.000.000,-
|
Rp 1.500.000,-
|
|
121-180 hari
|
20%
|
Rp
11.250.000,-
|
Rp 2.250.000,-
|
|
>180 hari
|
50%
|
Rp 9.000.000,-
|
Rp 4.500.000,-
|
|
Total
|
Rp 54.850.000,-
|
Rp 9.280.000,-
|
|
2.)
Jurnal
Penyesuaian
-Cad.
Kerugian Piutang
-
Rp 9.280.000,-
3.
Penyajian Piutang dalam Neraca
Penyajian
Piutang dan Cadangan Kerugian Piutang dalam neraca tampak sebagai berikut:
PT. PETO ALAM
NERACA
![]() |
Aktiva:
Kas Rp
xxx
Piutang
Dagang Rpxxx
Cadangan
Kerugian Piutang Rpxxx
Rpxxx
B. Piutang
Non Dagang
Merupakan tagihan kepada pihak lain
yang timbul bukan karena penjualan barang dagang atau jasa secara kredit.
Yang termasuk piutang non dagang
antara lain:
1. Piutang
Biaya
Yaitu
piutang yang timbul karena adanya pembayaran dimuka atas biaya-biaya yang
seharusnya belum menjadi beban periode yang bersangkutan.
Ada
dua pendekatan yang dapat digunakan:
Misalnya:
·
Sewa dibayar dimuka
·
Gaji dibayar dimuka
·
Iklan dibayar dimuka
·
Asuransi dibayar dimuka
Contoh:
Pada tanggal 1 Mei 2014 Tuan Mara membayar sewa gedung untuk satu
tahun sebesar Rp 9.000.000,- Buatlah jurnal pembayaran dan jurnal penyesuaian
pada tanggal 31 Desember 2014 nya!
Jawab:
Perhitungan:
1 Mei s.d 31 Des = 8 bln
8/12 x Rp 9.000.000,- = Rp 6.000.000,- (sudah menjadi beban)
1 Jan -30 Aprl= 4bln
1 Mei s.d 31 Des = 8 bln
8/12 x Rp 9.000.000,- = Rp 6.000.000,- (sudah menjadi beban)
1 Jan -30 Aprl= 4bln
4/12 x Rp 9.000.000,- = Rp
3.000.000,- (belum menjadi beban)
1 Mei
Sewa dibayar dimuka Rp 9.000.000,-
2014 -
Kas - Rp 9.000.000,-
31 Des
Beban sewa Rp
6.000.000,-
2014 -Sewa dibayar dimuka - Rp 6.000.000,-
1 Mei
Beban sewa Rp
9.000.000,-
2014 - Kas - Rp 9.000.000,-
31
Des
Sewa dibayar dimuka Rp 6.000.000,-
2014 - Beban
sewa
- Rp 6.000.000,-
2. Piutang
Penghasilan (pendapatan yang masih harus diterima)
Yaitu
tagihan kepada pihak lain yang timbul karena adanya penghasilan yang seharusnya
sudah diterima, tetapi kenyataannya masih akan diterima pada masa yang akan
datang.
Contoh:
©
Piutang bunga
© Piutang
sewa
© Piutang
jasa service dll.
Contoh soal:
Pada
tanggal 1 September PT. CEMPAKA membeli Obligasi dari PT.PETO ALAM sebanyak
200 lembar, nominal Rp 100.000,- /lembar kurs 100% dengan bunga 12% setahun.
Bunga diterima setiap 1 Januari s.d 1 Juli. Buatlah jurnal penyesuaian untuk
menghitung bunga berjalan pada PT. CEMPAKA!
Jawaban:
Perhitungan:
Harga Obligasi = 200 x
Rp 100.000,- x 100% = Rp 20.000.000,-
Bunga berjalan:
1/sept s.d 31/des = 4
bln.
4/12 x Rp 20.000.000,-
x 12%= Rp 800.000,-
Jurnal penyesuaian:
2014 - Piutang pendapatan - Rp 800.000,-
3. Uang
Muka Pembelian
Yaitu
uang persekot yang dibayarkan untuk pesanan suatu barang yang dibeli.
Contoh
Soal:
PD. Rinjani membeli kendaraan seharga Rp
25.000.000,- sebagai tanda jadi dibayar uang muka sebesar Rp 8.000.000,-.
Catatlah pembayaran uang muka tersebut.!
Jawab:
- Kas - Rp 8.000.000,-
4. Piutang
Lain-lain
Yaitu
tagihan yang timbul kepada pihak ketiga secara khusus. Seperti kelebihan
membayar pajak, bon karyawan dll.
Contoh:
Pada tanggal 21 Mei 2014 Pita karyawan
PT. ALANG meminjam uang kepada
perusahaan sebesar Rp 2.000.000,-. Catatlah transaksi tersebut!
21
Mei Piutang kepada karyawan Rp 2.000.000,-
2014
- Kas - Rp 2.000.000,-
C.
Piutang Wesel/ Wesel Tagih
Wesel adalah perjanjian tertulis
yang timbul dari yang berpitang
(kreditur) ditunjukkna kepada yang berpiutang (debitur) untuk membayar
sejumlah uang pada tanggal yang telah ditentukan, kapada orang, badan atau
pembawa.
Promes adlah perjanjian tertulis
yang timbul dari debitur (yang berhutang) untuk membayar sejumlah uang pada
tanggal yang telah ditentukan, kapada orang, badan atau pembawa.
1.
Jenis Wesel dan pencatatannya
1.a
Jenis Wesel
Wesel terdiri dari dua jenis:
a.
Wesel tidak berbunga
Yaitu
wesel yang nilai pada saat jatuh tempo sma dengan nilai nominalnya, sehingga
nilai tunai pada saat wesel tersebut diperjual belikan akan berkurang sebesar
bunga diskonto yang diperhitungkan.
b.
Wesel bunga
Yaitu
wesel yang nili nominalnya merupakan nilai padaa saat penarikan sehingga nilai
pada ssaat jatuh tempo atau pada saat diperjual belikan sama dengan nilai
nominal titambah bunga yang diperhitungkan.
1.b Pencatatan Wesel
§
Pada saat penarikan wesel
dicatat
dalam rekening wesel tagih/ pitang wesel sisi debit
§
Pada saat dijual atau didiskontokan
Dicatat
disisi kredit rekeninh wesel tagih/wesel tagih didiskontokan.
§ Untuk
wesel tidak berbunga nilai tunainya kurang sebesar bunga/diskonto yang
diperhitungkan.
§ Untuk
wesel berbunga, nilai tunainya sama dengan nilai nominal ditambah bunga yang
diperhitungkan dikurangi diskonto.
§
Pada saat jatuh tempo
§ Untuk
wesel tidak berbunga nilai tunainya sama dengan nilai nominal
§ Untuk
wesel berbunga, nilai tunainya sama dengan nilai nominal ditambah bunga yang
diperhitungkan
§
Perhitungan bunga/diskonto.
Bunga
diskonto = M x H x P
36.000
M
: nilai jatuh tempo
-Untuk
wesel tidak berbunga = nilai nominal
-Untuk
wesel berbunga = Nilai nominal + Bunga selama periode wesel.
H
: Hari Bunga
-Baik
wesel tidak berbunga maupun wesel berbunga, hari bunga dihitung mulai tanggal pendiskontoan
sampai dengan tanggal jatuh tempo (salah satu tanggal tidak dihitung.
-Tiap
bulan dihitung menurut hari yang sebenarnya.
-Satu
tahun dihitung 360 hari.
P : Tarif bunga
diskonto.
Contoh soal:
Tanggal 1 Maret 2014
PD. ARTAYA menerima sehelai promes 2 bulanan dari Toko ARSHA Rp 2.400.000,-.
Karena PD. ARTAYA membutuhkan uang segera pada tanggal 25 Maret PD. ARTAYA
mendiskontokan wesel tersebut kepada PD. ALIM dengan diskonto 10% setahun.
Tanggal 30 April Toko ARSHA melunasi hutangnya.
Diminta:
-
Berdasarkan transaksi tersebut buatlah
perhitungan dan jurnal untuk PD. ARTAYA, Toko ARSHA dan PD. ALIM.
-
Catatatlah transaksi diatas jika wesel
tersebut berbunga 12% setahun.
Jawab:
|
Wesel
tidak berbunga
|
Wesel
berbunga
|
|
PD.
ARTAYA
2014 - Piut. Dagang -
Rp 2.400.000
2014 Beban Bunga Rp
16.000,-
-
Piut.wesel
- Rp 2.400.000,-
Perhitungan:
Nom Rp 2.400.000,-
HD:
1
Mrt s.d 25 Mrt = 24 hari
24
x 10 x 2.400.000
= (Rp 16.000,-)
36.000 Rp 2.384.000,-
|
PD.
ARTAYA
2014 - Piut. Dagang -
Rp 2.400.000
2014 - Pend. Bunga - Rp
31.680,-
-
Piut.wesel
- Rp2.400.000,-
Perhitungan:
Nom Rp 2.400.000,-
Bunga
12%:
12
x 60 x Rp 2.400.000=
Rp 48.000,-
36.000 Rp 2.448.000,-
HD:
1
Mrt s.d 25 Mrt = 24 hari
24
x 10 x 2.448.000
= (Rp 16.320,-)
36.000 Rp 2.431.680,-
|
|
Toko ARSHA
2014 - Utg. Wesel - Rp 2.400.000,-
2014 - Kas - Rp 2.400.000,-
|
Toko ARSHA
2014 - Utg. Wesel -
Rp 2.400.000,-
2014 Beban Bunga Rp 48.000,-
- Kas -
Rp 2.400.000,-
|
|
PD.
ALIM
2014 - Pend. Bunga - Rp
16.000,-
-Kas - Rp
2.384.000,-
2014 - Piut. Wesel - Rp 2.400.000,-
|
PD.
ALIM
2014 Pend. Bunga Rp
31.680,-
-Kas - Rp 2.431.680,-
2014 - Piut. Wesel - Rp 2.448.000,-
|
2. Utang
bersyarat untuk pendiskontoaan wesel.
Dalam hal ini bagi
penarik wesel (yang menjual atau mendiskontokan) akan mempunyai utang bersyarat
(contingent Liabilities) maka pendiskontoan wesel tidak dicatat dalam rekening
piutang wesel, tetapi dicatat dalam rekening piutang wesel didiskontokan. Sehingga apabila pada saat
jatuh tempo pembuat/ penanda tangan wesel/ endosemen berkewajiban membayar kepaada
Bank atau pembeli.
Jika pada saat jatuh
tempo yang kena tarik (yang memiliki utang wesel) membayar (melunasi utang
weselnya)pencatatanya dengan cara menghapus utang bersyarat tadi :
- Piutang
wesel
Jika pada saat jatuh
tempo yang kena tarik (yang memiliki utang wesel)tidak membayar ( tidak
melunasi utang weselnya)pencatatanya:
1. 
Membuat jurnal
penutupan wesel
Piutang wesel didiskontokan
-Piutang wesel
Piutang dagang
-Kas
Contoh soal;
15
Juni 2014 CV. LANGIT menaril wesel
90 hari atas nama Toko Rindu sebesar Rp 3.000.000,- sengan bunga 10% setahun.
1
Juli 2014 Wesel yang telah
diaksep Toko Rindu didiskontokan kepada PD. TUNGGAL , diskonto 10% dengan
hutang bersyarat.
14
Sept 2014 Toko Rindu melunasi
hutangnya.
Diminta:
Buatlah
perhitungan dan jurnal CV. LANGIT!
Butlah
jurnal juga andaikan pada tanggal 14 September 2014 Toko Rindu tidak melunasi
hutangnya ditambah biaya penagihan Rp 5.000,- .
Jawaban:
2014
- Piutang Dagang Rp
3.000.000,-
2014 - Pendapatan Bunga
-
Piutang weswl didiskontokan
Perhitungan:
Nominal Rp
3.000.000,-
Bunga 10%
10 x Rp 3.000.000,- x
90
= Rp 75.000,-
36.000 NTJT Rp
3.075.000,-
HD=
15/06 s.d 1/07 = 16 hari
16
x 10 x Rp 3.075.000,- = (Rp 13.666,66,-)
36.000 NTSD Rp 3.061.333,34,-
2014
- piutang wesel - Rp 3.075.000,-
Pada
tanggal 14 September 2014 Toko Rindu tidak melunasinya:
2014
- piutang wesel - Rp 3.075.000,-
Piutang Dagang Rp
3.080.000,- -
-
Kas - Rp 3.080.000,-
Perhitungan:
NTJT Rp
3.075.000,-
Biaya
penagihan Rp 5.000,-
Rp 3.080.000,-
