Wednesday, 11 March 2015

Materi Piutang

PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS TAGIHAN
Menurut terjadinya piutang /tagihan dibedakan menjadi 3 jenis:
1.      Piutang Dagang/Usaha
2.      Piutang Non Dagang
3.      Piutang Wesel

A.      Piutang Usaha
Piutang yang timbul akibat adanya penjualan barang atau jasa secara kredit.
1.    Mencatat Penghapusan Piutang dan Penerimaan Kembali Piutang yang dihapuskan.
Ada dua metode untuk mencatat kerugian ptang tak tertagih.
1.1  Metode Langsung
Metode pencatatan kerugian piutang langsung mengurangi jumlah piutang yang bersangkutan.
1.2  Metede Tidak Langsung
Metode pencatatan kerugian piutang tak tertagih tidak langsung mengurangi pitang yang bersangkutan, tetapi dicatat dalam suatu rekening yaitu Cadangan Kerugian Piutang / Penyisihan piutang tak tertagih / Cadangan piutang tak tertagih.


2.      Metode Penentuan Besarnya Cadangan
Pencatatan kerugian piutang tak tertagih jika menggunakan metode tidak langsung (Indirect Method), dalam menentukan atau menaksir besarnya piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagih dapat menggunakan dua pendekatan:
1.    Pendekatan Laba/Rugi (atas dasar pendekatan)
2.    Pendekatan Neraca (atas dasar penjualan)
2.1    Pendekatan Laba/Rugi (atas dasar penjualan)
Kerugian piutang berdasarkan atas presentase tertentu dari penjualan. Dapat dihitung berdasarkan penjualan kreit ataupun penjualan bersih.
Contoh soal:
 Berdasarkan Saldo Penjualan
 Pada tgl 31 Des ’14 di Toko”Rindu” saldo akun penjualan sebesar Rp 50.000.000,-  ditaksir piutang yang tidak tertagih 3% maka tafsiran penghapusan piutang :
                  2% x Rp 50.000.000,- = Rp 1.000.000,-
 jurnal:
        Penghapusan Piutang                           Rp 1.000.000,-  
             -Penyisihan Penghapusan Piutang                    -                 Rp1.000.000,-

2.2    Pendekatan Neraca (atas dasr saldo piutang)
Ada tiga cara untuk menghitubg besarnya kerigian piutang berdasarkan saldo piutang:
a.       Dinailkan sampai/dijadikan (ditentukan/ditetapkan) dari saldo piutang
b.      Ditambah dengan persentase tertentu dari saldo piutang
c.       Dinailkan sampai/dijadikan suatu jumlah tertentu yang dihitung berdasarkan analisis umur piutang.
Catatan:
a.       Dalam hal cadangan kerugian piutang dinaikan menjadi jumlah tertentu,maka dalam membuat penyesuaian harus memperhatikan rekening cadangan kerugiam piutang yang sudah ada.
-          Jika saldo cadangan  kerugian piutang bersaldo debit akan menambah perhitungan saat membuat penyesuaian, sebaliknya
-          Jika saldo cadangan kerugian piutang bersaldo ktedit akan mengurangi perhitungan saat membuat penyesuaian.
b.      Dalam hal cadangan kerugian piutangditambah dengan presentase tertentu dari saldo piutang, maka dalam membuat penyesuaian tidak perlu memperhatikan saldo cadangan kerugian piutang.
Contoh soal:
1) Berdasarkan Saldo Piutang
    pada tgl 31 Des ’14 Rekening buku besar yang ada di PT. Peto Alam terdapat data sebagai berikut:
-          Piutang                                                 Rp 305.000.000,-
-          Cadangan Kerugian Piutang (K)  Rp 6.000.000,-
 Ditaksir Piutang yang tidak tertagih 2,5%
 Maka tafsiran penghapusan piutang :
 2,5% x Rp 305.000.000,-             =   Rp 7.625.000,-
Saldo penyisihan piutang (K)       = (Rp 6.000.000,-)
                                                         Rp 1.625.000,-
  Jurnal penyesuaian:
 Beban kerugian Piutang                     Rp 1.625.000,-
           -Cad. Kerugian Piutang                            -                   Rp1.625.000,-

ü  Jika saldo Cadangan Kerugian Piutang menunjukkan saldo debit.
 2,5% x Rp 305.000.000,-             = Rp 7.625.000,-
Saldo penyisihan piutang              = Rp 6.000.000,-
                                                         Rp 13.625.000,-
 
Jurnal penyesuaian:
 Beban kerugian Piutang                     Rp 13.625.000,-
           -Cad. Kerugian Piutang                            -                   Rp13.625.000,-

ü  Ditambah 2,5% dari saldo piutang
2,5% x Rp 305.000.000,-             =   Rp 7.625.000,-
  Jurnal penyesuaian:
 Beban kerugian Piutang                     Rp 7.625.000,-
           -Cad. Kerugian Piutang                            -                   Rp7.625.000,-

2)  Berdasarkan analisis umur piutang

               UD. GUMBALANG dalam laporan keuangan akhir tahunnya 31 Desember 2014 melaporkan bahwa informasi keuangan mengenai piutangnya adalah sebagai berikut:
- Piutang Dagang                                   Rp 54.850.000,00
- Cadangan Kerugian Piutang (K)         Rp   2.500.000,00
Berikut di bawah ini merupakan data-data mengenai debitur pada tahun 2014:
No
Nama Debitur
Umur
Jumlah
1.
Toko Limbubu
9 Bulan
Rp 9.000.000,-
2.
UD. Ratna
135 hari
Rp 7.500.000.-
3.
UD. Gumara
150 hari
Rp 3.750.000,-
4.
Toko Alam
100 hari
Rp 10.000.000,-
5.
Toko Rajo langit
85 hari
Rp 6.000.000,-
6.
Toko Pitaloka
65 hari
Rp 2.000.000,-
7.
UD. Kelabu
34 hari
Rp 1.600.000,-
8.
UD. Lebai Karat
6 hari
Rp 15.000.000,-

Manajemen UD. GUMBALANG  menetapkan kebijakan mengenai piutang tak tertagih
Menurut golongan umur piutang adalah sebagai berikut:
UMUR PIUTANG
% KERUGIAN
1-30 hari
1%
31-60 hari
5%
61-90 hari
10%
91-120 hari
15%
121-180 hari
20%
>180 hari
50%

Diminta : 1) Buatlah analisis umur piutang!
                 2) Buatlah ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk pembentukan Cadangan kerugian piutang!

Jawab:
1.)    Analisis umur piutang
UMUR PIUTANG
% KERUGIAN
Jumlah piutang
Kerugian Piutang
1-30 hari
1%
Rp 15.000.000,-
Rp      150.000,-
31-60 hari
5%
Rp   1.600.000,-
Rp        80.000,-
61-90 hari
10%
Rp   8.000.000,-
Rp      800.000,-
91-120 hari
15%
Rp 10.000.000,-
Rp   1.500.000,-
121-180 hari
20%
Rp 11.250.000,-
Rp   2.250.000,-
>180 hari
50%
Rp   9.000.000,-
Rp   4.500.000,-
Total
Rp 54.850.000,-
Rp   9.280.000,-

2.)    Jurnal Penyesuaian
 Beban kerugian Piutang                     Rp 9.280.000,-
           -Cad. Kerugian Piutang                            -                   Rp 9.280.000,-

3.         Penyajian Piutang dalam Neraca
Penyajian Piutang dan Cadangan Kerugian Piutang dalam neraca tampak sebagai berikut:

PT. PETO ALAM
NERACA
31 Desember 1994
 


Aktiva:
Kas                                                    Rp xxx
Piutang Dagang                   Rpxxx
Cadangan Kerugian Piutang  Rpxxx
                                                          Rpxxx

B.     Piutang Non Dagang
Merupakan tagihan kepada pihak lain yang timbul bukan karena penjualan barang dagang atau jasa secara kredit.
Yang termasuk piutang non dagang antara lain:
1.      Piutang Biaya
Yaitu piutang yang timbul karena adanya pembayaran dimuka atas biaya-biaya yang seharusnya belum menjadi beban periode yang bersangkutan.
Ada dua pendekatan yang dapat digunakan:
*      Pendekatan Neraca (dicatat sebagai piutang)
*      Pendekatan Laba/Rugi (dicatat sebagai beban)
Misalnya:
·         Sewa dibayar dimuka
·         Gaji dibayar dimuka
·         Iklan dibayar dimuka
·         Asuransi dibayar dimuka
Contoh:
            Pada tanggal 1 Mei 2014  Tuan Mara membayar sewa gedung untuk satu tahun sebesar Rp 9.000.000,- Buatlah jurnal pembayaran dan jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2014 nya!
Jawab:
Perhitungan:
1 Mei s.d 31 Des = 8 bln
8/12 x Rp 9.000.000,- = Rp 6.000.000,- (sudah menjadi beban)
1 Jan -30 Aprl= 4bln
 4/12 x Rp 9.000.000,- = Rp 3.000.000,- (belum menjadi beban)
*      Pendekatan Neraca
Jurnal pembayaran
   1 Mei            Sewa dibayar dimuka                     Rp 9.000.000,-
      2014               -    Kas                                                 -            Rp 9.000.000,-
Jurnal penyesuaian
 31 Des     Beban sewa                                    Rp 6.000.000,-
            2014           -Sewa dibayar dimuka                             -           Rp 6.000.000,-

*      Pendekatan Laba/Rugi
Jurnal pembayaran
        1 Mei      Beban sewa                                Rp 9.000.000,-
     2014            -    Kas                                                -           Rp 9.000.000,-
Jurnal penyesuaian
                        31 Des   Sewa dibayar dimuka           Rp 6.000.000,-
                        2014       - Beban sewa                                      -         Rp 6.000.000,-

2.      Piutang Penghasilan (pendapatan yang masih harus diterima)
Yaitu tagihan kepada pihak lain yang timbul karena adanya penghasilan yang seharusnya sudah diterima, tetapi kenyataannya masih akan diterima pada masa yang akan datang.
Contoh:
©      Piutang bunga
©      Piutang sewa
©      Piutang jasa service dll.
Contoh soal:
Pada tanggal 1 September  PT. CEMPAKA  membeli Obligasi dari PT.PETO ALAM sebanyak 200 lembar, nominal Rp 100.000,- /lembar kurs 100% dengan bunga 12% setahun. Bunga diterima setiap 1 Januari s.d 1 Juli. Buatlah jurnal penyesuaian untuk menghitung bunga berjalan pada PT. CEMPAKA!
Jawaban:
Perhitungan:
Harga Obligasi = 200 x Rp 100.000,- x 100% = Rp 20.000.000,-
Bunga berjalan:
1/sept s.d 31/des = 4 bln.
4/12 x Rp 20.000.000,- x 12%= Rp 800.000,-
Jurnal penyesuaian:
31 Des     Piutang Bunga                            Rp 800.000,-
2014            - Piutang pendapatan                          -           Rp 800.000,-

3.      Uang Muka Pembelian
Yaitu uang persekot yang dibayarkan untuk pesanan suatu barang yang dibeli.
Contoh Soal:
PD. Rinjani membeli kendaraan seharga Rp 25.000.000,- sebagai tanda jadi dibayar uang muka sebesar Rp 8.000.000,-. Catatlah pembayaran uang muka tersebut.!
Jawab:
      Uang Muka Kendaraan                       Rp 8.000.000,-
-       Kas                                                      -           Rp 8.000.000,-

4.      Piutang Lain-lain
Yaitu tagihan yang timbul kepada pihak ketiga secara khusus. Seperti kelebihan membayar pajak, bon karyawan dll.
Contoh:
Pada tanggal 21 Mei 2014 Pita karyawan PT. ALANG  meminjam uang kepada perusahaan sebesar Rp 2.000.000,-. Catatlah transaksi tersebut!


Jawab:
21 Mei       Piutang kepada karyawan                   Rp 2.000.000,-
2014             - Kas                                                             -           Rp 2.000.000,-

C.  Piutang Wesel/ Wesel Tagih
Wesel adalah perjanjian tertulis yang timbul dari yang berpitang  (kreditur) ditunjukkna kepada yang berpiutang (debitur) untuk membayar sejumlah uang pada tanggal yang telah ditentukan, kapada orang, badan atau pembawa.
Promes adlah perjanjian tertulis yang timbul dari debitur (yang berhutang) untuk membayar sejumlah uang pada tanggal yang telah ditentukan, kapada orang, badan atau pembawa.
1.         Jenis Wesel dan pencatatannya
1.a  Jenis Wesel
       Wesel terdiri dari dua jenis:
a.         Wesel tidak berbunga
Yaitu wesel yang nilai pada saat jatuh tempo sma dengan nilai nominalnya, sehingga nilai tunai pada saat wesel tersebut diperjual belikan akan berkurang sebesar bunga diskonto yang diperhitungkan.
b.         Wesel bunga
Yaitu wesel yang nili nominalnya merupakan nilai padaa saat penarikan sehingga nilai pada ssaat jatuh tempo atau pada saat diperjual belikan sama dengan nilai nominal titambah bunga yang diperhitungkan.
1.b Pencatatan Wesel
§         Pada saat penarikan wesel
dicatat dalam rekening wesel tagih/ pitang wesel sisi debit
§         Pada saat dijual atau didiskontokan
Dicatat disisi kredit rekeninh wesel tagih/wesel tagih didiskontokan.
§  Untuk wesel tidak berbunga nilai tunainya kurang sebesar bunga/diskonto yang diperhitungkan.
§  Untuk wesel berbunga, nilai tunainya sama dengan nilai nominal ditambah bunga yang diperhitungkan dikurangi diskonto.
§         Pada saat jatuh tempo
§  Untuk wesel tidak berbunga nilai tunainya sama dengan nilai nominal
§  Untuk wesel berbunga, nilai tunainya sama dengan nilai nominal ditambah bunga yang diperhitungkan
§         Perhitungan bunga/diskonto.
Bunga diskonto = M x H x P
    36.000
M : nilai jatuh tempo
-Untuk wesel tidak berbunga = nilai nominal
-Untuk wesel berbunga = Nilai nominal + Bunga selama periode wesel.
H : Hari Bunga
-Baik wesel tidak berbunga maupun wesel berbunga, hari bunga dihitung mulai tanggal pendiskontoan sampai dengan tanggal jatuh tempo (salah satu tanggal tidak dihitung.
-Tiap bulan dihitung menurut hari yang sebenarnya.
-Satu tahun dihitung 360 hari.
P : Tarif bunga diskonto.


Contoh soal:
Tanggal 1 Maret 2014 PD. ARTAYA menerima sehelai promes 2 bulanan dari Toko ARSHA Rp 2.400.000,-. Karena PD. ARTAYA membutuhkan uang segera pada tanggal 25 Maret PD. ARTAYA mendiskontokan wesel tersebut kepada PD. ALIM dengan diskonto 10% setahun. Tanggal 30 April Toko ARSHA melunasi hutangnya.
Diminta:
-        Berdasarkan transaksi tersebut buatlah perhitungan dan jurnal untuk PD. ARTAYA, Toko ARSHA dan PD. ALIM.
-        Catatatlah transaksi diatas jika wesel tersebut berbunga 12% setahun.
Jawab:
Wesel tidak berbunga
Wesel berbunga
PD. ARTAYA

1 Mrt   Piut. Wesel     Rp 2.400.000,-
2014     - Piut. Dagang        -        Rp 2.400.000

25 Mrt    Kas                  Rp 2.384.000,-
2014       Beban Bunga   Rp     16.000,-
-        Piut.wesel            -        Rp 2.400.000,-
Perhitungan:
Nom                               Rp 2.400.000,-
HD:
1 Mrt s.d 25 Mrt = 24 hari
24 x 10 x 2.400.000 =    (Rp     16.000,-)
      36.000                        Rp 2.384.000,-

PD. ARTAYA

1 Mrt   Piut. Wesel     Rp 2.400.000,-
2014     - Piut. Dagang        -        Rp 2.400.000

25 Mrt    Kas                  Rp 2.431.680,-     -
2014            - Pend. Bunga      -    Rp     31.680,-    
-        Piut.wesel         -     Rp2.400.000,-
Perhitungan:
Nom                               Rp 2.400.000,-
Bunga 12%:
12 x 60 x Rp 2.400.000= Rp    48.000,-
   36.000                           Rp 2.448.000,-
HD:
1 Mrt s.d 25 Mrt = 24 hari
24 x 10 x 2.448.000 =    (Rp     16.320,-)
      36.000                        Rp 2.431.680,-

Toko ARSHA

1 Mrt   Utg. Dagang         Rp 2.400.000,-
2014     - Utg. Wesel                  -        Rp 2.400.000,-


30 Aprl    Utg. Wesel      Rp 2.400.000,-
2014         - Kas                       -        Rp 2.400.000,-
Toko ARSHA

1 Mrt   Utg. Dagang     Rp 2.400.000,-
2014     - Utg. Wesel             -    Rp 2.400.000,-


30 Aprl    Utg. Wesel      Rp 2.400.000,-
2014         Beban Bunga Rp       48.000,-
                  - Kas                    -        Rp 2.400.000,-
PD. ALIM

25 Mrt     Piut.wesel            Rp 2.400.000,-        -
2014           - Pend. Bunga           -     Rp       16.000,-
                    -Kas                         -      Rp 2.384.000,-


30 Aprl    Kas                   Rp 2.400.000,-
2014         - Piut. Wesel             -        Rp 2.400.000,-


PD. ALIM

25 Mrt     Piut.wesel         Rp 2.400.000,-        -
2014         Pend. Bunga    Rp      31.680,-
                    -Kas                    -      Rp 2.431.680,-


30 Aprl    Kas                  Rp 2.448.000,-
2014         - Piut. Wesel         -       Rp 2.448.000,-



2.      Utang bersyarat untuk pendiskontoaan wesel.
Dalam hal ini bagi penarik wesel (yang menjual atau mendiskontokan) akan mempunyai utang bersyarat (contingent Liabilities) maka pendiskontoan wesel tidak dicatat dalam rekening piutang wesel, tetapi dicatat dalam rekening piutang wesel  didiskontokan. Sehingga apabila pada saat jatuh tempo pembuat/ penanda tangan wesel/ endosemen berkewajiban membayar kepaada Bank atau pembeli.
Jika pada saat jatuh tempo yang kena tarik (yang memiliki utang wesel) membayar (melunasi utang weselnya)pencatatanya dengan cara menghapus utang bersyarat tadi :
     Piutang wesel didiskontokan
- Piutang wesel
Jika pada saat jatuh tempo yang kena tarik (yang memiliki utang wesel)tidak membayar ( tidak melunasi utang weselnya)pencatatanya:
1.      Membuat jurnal penutupan wesel
      Piutang wesel didiskontokan
-Piutang wesel
2.    Mencatat uang yang telah dikeluarkan
          Piutang dagang
            -Kas

Contoh soal;
15 Juni 2014        CV. LANGIT menaril wesel 90 hari atas nama Toko Rindu sebesar Rp 3.000.000,- sengan bunga 10% setahun.
1 Juli 2014           Wesel yang telah diaksep Toko Rindu didiskontokan kepada PD. TUNGGAL , diskonto 10% dengan hutang bersyarat.
14 Sept 2014       Toko Rindu melunasi hutangnya.

Diminta:
Buatlah perhitungan dan jurnal CV. LANGIT!
Butlah jurnal juga andaikan pada tanggal 14 September 2014 Toko Rindu tidak melunasi hutangnya ditambah biaya penagihan Rp 5.000,- .
Jawaban:
15 Juni      Piutang wesel              Rp 3.000.000,-          -
2014             - Piutang Dagang                            Rp 3.000.000,-

1 Juli         Kas
        2014           - Pendapatan Bunga
- Piutang weswl didiskontokan
Perhitungan:
Nominal                                       Rp 3.000.000,-
Bunga 10%
10 x Rp 3.000.000,- x 90 =          Rp      75.000,-
              36.000              NTJT     Rp  3.075.000,-
HD= 15/06 s.d 1/07 = 16 hari
16 x 10 x Rp 3.075.000,- =         (Rp       13.666,66,-)
            36.000                NTSD   Rp  3.061.333,34,-

14 sept     Piutang wesel didiskontokan         Rp 3.075.000,-
 2014          - piutang wesel                                         -           Rp 3.075.000,-

Pada tanggal 14 September 2014 Toko Rindu tidak melunasinya:
14 sept     Piutang wesel didiskontokan         Rp 3.075.000,-
 2014          - piutang wesel                                         -           Rp 3.075.000,-
 


                 Piutang Dagang                             Rp 3.080.000,-            -
-        Kas                                                      -           Rp 3.080.000,-
Perhitungan:
NTJT                                       Rp 3.075.000,-
Biaya penagihan                      Rp        5.000,-

                                                Rp 3.080.000,- 

No comments:

Post a Comment